Selasa, 15 Maret 2011

psychotique (11)

"tiup dong lilinnya" bi berkata begitu sambil memegang handy cam nya.
Backgroundnya sangatlah cantik dengan pemandangan sunset khas pantai jakarta dan angin yang mulai menggoyangkan pohon disekitarnya.
Lilin angka 1 ditiup,
"selamet ya sahabatkuuu" bi mencium zora.
"ahaha, baru juga sebulan masa uda tiup lilin. Ntar dikira uda setaun lagi." ujar ucup seusai meniup lilin.
"biarin sih men, kan kata orang2 mah biar langgeng." dio duduk santai. "sayang, aku kok gak dicium?" katanya kepada bi sambil menunjuk pipinya sendiri.
Bi menjulurkan lidahnya.
"cie, uda sayang2an nih jadinya??" ejek zora.
"ah elah, gosip dah." bi monyong, mereka semua tertawa.
Selagi mereka berempat sedang bercanda2 merayakan first month jadiannya zora dan ucup, tiba2 datanglah seorang cewe berambut panjang.
"jadi kamu disini cup?" hardiknya.
"loh? Zora? Bianca?" cewe itu ternyata rara, dan kaget melihat zora dan bi ada disitu.
Ucup hanya terdiam kaku.
"oh, jadi elo yang ngerebut cowo gue?!" rara menjenggut rambut zora. Tapi zora menghindar lalu menampar rara.
"lo yang sopan ngomongnya! Sapa yang ngerebut!! Ucup cowo gue!"
rara memegangi pipinya lalu berjalan kearah ucup, dan menarik ucup untuk pergi.
"lo musti ngejelasin ini semua!" katanya.
Dio menahan tngan ucup sedangkan bianca menepak tangan rara yang menarik ucup.
"heh, apa2an sih maen bawa kabur cowo orang" ujar bi.
"cowo orang??!! Dia cowo gue!" teriak rara mengagetkan zora.
"heh, lo ama ucup uda putus" kata dio meluruskan semuanya gak mau bi dan zora salah paham.
"enak aja putus! Setelah dia merawanin gue terus dia tinggalin gue buat pacaran ama si lesbian ini?!" rara kalap dan menunjuk2 zora. Mereka semua kaget.
"gak akan gue lepasin ucup! Dia musti tanggung jawab!"
Dengan tiba2 dio langsung menonjok ucup berulang kali.
Ucup tidak melawan, hanya berteriak kesakitan. Terus terus dan bertubi2. Menonjok, memukul, menendang.
Semuanya yang ada disitu mulai berteriak panik karena dio membabi buta memukuli dio.
Bi dengan tenaga super gedenya menarik dio.
"anjing lo ya! Gak bilang2 sama gue! Berengsek juga lo ya! Kalo tau lo kaya gini gabakal gue sudi temenan sama lo" dio kesal dan memaki dengan mata yang agak berkaca2. Bi berusaha menenangkan dio.
Keadaan sangat kacau. Zora mulai menangis, dia merasakan sakit dihatinya. Dunia seakan2 runtuh dan menibannya. Tak percaya, kenapa musti rara? Kenapa gak cewe lain aja? Dan kenapa musti bohong? Kenapa juga musti menyianyiakan cewe setelah mendapatkan segalanya. Semua pertanyaan itu muncul tiba2 di pikiran zora dan membuat air matanya turun dengan deras.
"stop yo! Ucup ikut gue" teriak rara sambil menangis.
Lalu rara memapah ucup dan membawanya pergi.
"pergi lo sono loser! Anjing! Bangsat!" dio seakan mau menendang ucup lagi tapi ditahan bi.
Setelah ucup dan rara pergi, bi dan dio sadar masih ada temen mereka yang shock.
"zor, lo gak apa2 kan?" tanya bi memegang pipi zora yang sudah basah karena air mata, zora menangis tanpa isak dan suara.
"zor?" dio menyadarkan.
"gue mau pulang" zora berkata begitu dengan tatapan kosong.
Bi memapahnya, dio mengambil mobil. Dan pergi dari tempat itu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar