Jumat, 24 Juni 2011

Psychotique (15)

Hari ini hari minggu. Cuaca diluar sana mendung, menambah enaknya bermalasan di balik selimut.
Pintu dibuka, seorang ibu yg walaupun sudah agak setengah tua tapi tetap cantik menggunakan make up tipis di wajahnya. Dia berjalan mendekati putri yg sedang tidur tenang di singgasananya. Sedikit menunduk dan mencium putri kecil kesayangannya.
"eh.. Mamski? Mau kemana?" tanya zora yg kaget dengan ciuman yg didaratkan di keningnya.
Mamanya pun duduk di pinggir tempat duduk anaknya. "mamski ada urusan di lombok.. Mau mengurusi launching hotel bos disana. Acaranya hari senin, jadi mams harus berangkat sekarang".
Zora duduk sambil mengucek matanya. Sebenernya sudah biasa dia ditinggal2 oleh mamski kesayangannya ini.
"hmm.. Pulangnya kapan mams?" tanya zora.
"hari rabu malam dr sana sepertinya, jadi kamis pagi sudah ada di bekasi." mamskinya membantu menaruh bantal2 ke tempatnya.
"oleh2 ya mams" kata zora sambil nyengir ke arah maminya.
"iya sayang, mau apa?" tanya maminya sambil mengelus2 rambut anaknya.
"apa aja, baju tas, papski baru juga boleh" jawab zora asal2an.
"jeh.. Ini anak ngaconya tetep aja ga ilang2." maminya pun bangkit lalu memeluk zora "berangkat dulu ya zor, jangan nakal kamu! Kasian bi imah. Kalo bianca mau nginap ajak saja. Kamu jangan menginap dirumah bianca.. Nanti ngerepotin. Mamanya kan sedang sakit2an ya.." zora hanya membentuk huruf o dengan tangannya pertanda setuju.
Setelah itu maminya pun berlalu dan pergi meninggalkan zora.

Zora mengambil hp nya dan mengetik sms dengan cepar.

***


bi mengetuk kamar zora. Tapi tak ada jawaban.
Langsung saja bi membuka pintu. Ternyata benar zora tidur lagi.
Bi mengambil ancang2 lalu lari secepatnya daaaan.... Bruk! Melompat ke tempat tidur zora lalu menabrak zora.
"huaaaaa.... Bego!" zora terpekik kaget.
"huahaha.. Lagian tidur mulu. Kebo lo nyet." bi cekikikan melihat sahabatnya yg amburadul baru bangun tidur.
"yaelah, hari minggu coy!" zora malas2an kembali.
"nih, tadi gue beli roti. Makan gih buat ganjel"
"iya ntar ah," zora lalu berusaha berdiri dan bangkit dr tempat tidurnya. Tapi kelihatannya dia masih pusing. Zora sempoyongan dan jatuh hampir menindih bi. Bi dengan sigap menangkap zora agar tak jatuh. Sekejap mereka berpandangan karena wajah mereka menjadi sangat dekat. Ada perasaan yang lain. Entah grogi atau kaget. Lima detik kemudian zora sadar lalu buru2 membenarkan posisinya.
"eh sorry" ujar zora.
"i..i..iya.." bi pun nampak kikuk.
Buru2 zora ngeloyor ke kamar mandi.

Dikamar mandi, zora menampar pipinya berulang kali.
"aduuuh apaan sih gue.. Kenapa jd deg2an gitu" rutuknya.
"ya ampun, ga boleh ga boleh.." lalu dia mencuci mukanya dan menggosok gigi. Setelah itu zora kembali menuju kamarnya. Bi sedang berdiri menghadap ke jendela. Pemandangan dr kamar zora memang bagus, dr situ bisa terlihat taman dan kolam renang yg ada di halaman belakang rumah zora.
"ngapain nyong?" tanya zora. Tapi bi diam saja.
Zora menghampiri bi.. Lalu menoleh ke muka bi dengan tampang lugu. "ada apaan sih?" tanya zora lg.
Bi hnya tersenyum. "ga ada apa2 monyet".
"zor, kita kan temenan udah lama. Menurut lo gue gimana?" pertanyaan itu meluncur begitu saja dr mulut bi.. Zora yg sedang mengambil roti yg tadi dibawa oleh bi jd merasa kaget. Zora seperti kaku. Sebenarnya ini pertanyaan biasa. Tp kenapa zora jadi kaku begini.. Badannya susah digerakkan, mulutnya membisu.
"zor.. Gue sayang lo.." ucap bi tanpa menoleh ke zora membuat zora makin membeku...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar