Tiga hari sudah berlalu dari "insiden pengucapan sayang" oleh bianca kepada zora. Itu membuat mereka sedikit canggung.
Oke, bukan sedikit tapi memang benar2 kaku.
Zora dan bianca tidak ada yg berani menghubungi sahabatnya duluan karena masih takut dan belum bisa beranggapan kalau ini semua baik2 saja.
Bi menyadari rasa sayangnya kepada zora sudah terlalu berlebihan, tidak bisa dibendung lagi. Tapi, mengungkapkannya juga bukan jalan keluar malah menambah masalah baru.
Zora berpikir, dia memang sayang bianca tp selama ini masih mencoba untuk wajar2 saja agar tidak terjadi cinta terlarang, ya benar2 terlarang masa jeruk makan jeruk, diantara mereka.
Disekolah pun mereka hanya saling sapa seperlunya saja , pulang dan berangkat masing2.
Suara kucing mengeong sayup2 terdengat dari handphone milik zora yg tergeletak di meja riasnya. Zora berjalan gontai, dengan masih menggunakan seragam SMA kebangsaannya.
Ternyata sms dari bianca, dia bilang mau kerumah zora sekarang. Zora hanya membalas singkat sms dr sahabat jadi cintanya itu.
Satu jam kemudian, handphone zora berdering lagi.
"ya bi?" jawab zora malas2an.
"udah didepan rumah nih" terdengar suara dr seberang sana.
"ya ampun masuk aja sih, kayak yg org baru. Langsung ke kamar gue aja. Jangan lupa pesen minum ama bibi. Oke? Bye." tuut... Tuut.. Zora mematikan teleponnya.
Manja amat nih anak biasanya juga langsung masuk, pikir zora.
Bianca muncul depan pintu zora, sedikit canggung.
"hai zor.." sapanya.
"masuk nyong.." ujar zora berusaha se-cool mungkin. Padahal jantungnya sudah mau copot dr tempatnya.
Bianca melangkah, sangat berat. Terbayang kata2 bodoh yg dia luncurkan diruangan ini 3hari yg lalu membuat perasaannya makin amburadul.
"tumben kemari?" ujar zora memecah kebisuan.
"iya kangen sama lo nyet" bi nyengir garing.
"yaelah, kaku gitu santai aja sih."
"hmm.. Gue mau minta maaf zor.." bi tampak menunduk.
"minta maaf kenapa?" raut wajah zora mulai serius.
"ya kemarin, gue udah ngelakuin something stupid" bi masih menundukkan kepalanya.
"gapapa kok bi" senyum zora mengembang.
"tapi zor.. Semua yg gue bilang itu bener." bi mulai memberanikan diri menatap zora. "gue sayang lo.." tatapannya semakin dalam. "sayang bukan sebagai sahabat.." lanjutnya lagi membuat zora panas dingin.
"bi.." zora memotong. "lo tau kalau ini salah?"
"iya gue tau!" bi tampak kesal. "tapi apa lo tau gimana nyeseknya gue mendem perasaan zor?" nada bi mulai meninggi. "gue gabisa liat lo disakitin sama orang! Gue gabisa liat lo sedih! Gue mau lo tuh bahagia! Lo tau ga?"
zora menahan air matanya. Dia bingung benar2 bingung. Disatu sisi dia merasakan hal yang sama seperti bi, tp dia tahu ini salah.
"lo tuh goblok...." hanya kata itu yang keluar dr zora.
"kok lo malah ngatain gue goblok?" bi heran.
"udah tau salah masih aja.." lanjut zora. "lo tau apa akibatnya?"
"gue ga peduli zor, gue sayang lo.. Gue sayang monyet gue.. Gue sayang princess lion gue!!!" ujar bi menangis sambil mengguncang2 tubuh zora yg membeku.
Zora tidak tahan lagi melihat sahabatnya menangis, zora tidak tahan lagi menahan perasaannya selama ini. Dengan tiba2 dia memeluk dengan erat bianca. Sambil menangis sekencang2nya.
"gue juga sayang sama lo monyoooooong" suara manja zora keluar membuat bi pun membalas pelukannya.
"maaf zor lo harus jd gini.." ucap bi sambil mengelus rambut zora.
***
entah bagaimana nasib kedua sahabat sejenis ini mengarungi cintanya yg terlarang.. Mereka hanya bisa melepaskan semua yg ada dihati mereka selama ini.. Perasaan tak wajar.. Perasaan yg baru disadari makin menggerogoti seperti penyakit kronis..

Tidak ada komentar:
Posting Komentar