Kamis, 22 September 2011
Psychotique (21)
Matahari seperti biasa menunjukkan kecerahannya di pagi hari. Zora menggeliat malas di tempat tidurnya, mengucek matanya lalu mengambil handphone nya.
kok hp nya mati, tanyanya dalam hati. Kemudian dia baru ingat semalam Ucup menelponnya. Beberapa saat setelah handphonenya dinyalakan, masuklah sms sms yang tak lain dan tak bukan adalah dari Ucup. tiba-tiba handphonenya berdering, ahh dari bi
"halo bi?" jawab Zora.
"Kemana aja sih hp semaleman mati?! tumben-tumbenan." Bi merutuk.
Zora gugup, dia tak mau jujur tentang Ucup. Kondisi Bi juga sedang tak enak badan. "Iya, itu hp aku low ternyata sayang. ini aja sambil dicharger. pagi-pagi jangan marah dong."
"Yah lagian kamu bikin khawatir aja sih. biasanya juga kalo mau matiin hp bilang dulu" Bi sepertinya masih kesal.
"eeeeh, marah yaaaa.." Zora tak mau kalah, malah bicara dengan mengancam.
"Ya enggak, kesel ajaaaa.." Bi menyerah, kalau dia marah pasti Zora malah bakal ngambek. "Yaudah mau dijemput jam berapa kamu?" tanya Bianca lagi,
"aku males sekolah ah." sebenarnya Zora hanyalah takut kalau kalau Ucup datang kesekolah.
"Nah loh kok bisa begitu? terus mau kemana km?"
Zora berpikir keras, "yaaa.. kemana kek.." hanya itulah yang bisa keluar dari mulutnya hasil berpikir keras tadi.
"Udah deh masuk aja ya" Paksa Bianca.
"Ih gak mau !" Zora merajuk.
"yaudah yaudah, jam 8 aku jemput kamu ya sayang, sambil aku pikirin mau kemana."
Zora menghela nafas. "oke baby"
telepon ditutup.
ya ampun ya ampuuuuun, ini gimana coba jadinya?! bisa jadi perang kalau begini... musti gimana niiihhhh. Zora panik sendiri. dia teringat Dio, ya Dio pasti bisa membantunya.
Zora sibuk memainkan jempolnya mencari nomor telepon Dio. kemudian,
"halo, yooooooo!!!! heeeelllppp"
"eh buset, lo kenapa Zor? pagi pagi rusuh deh" Dio masih dengan suara serak-serak bangun tidur.
"lo baru bangun ya?!" tanya Zora.
"Iya, dan gue dibangunin orang lagi kesetanan. kenapa sih lo?" tanya Dio.
"lo tau gak sih yo? semalem tuh Ucup telepon gue. yaa ampun nightmare banget gue." Zora masih panik. Dio yang sudah tahu diam seribu bahasa.
"yo? kok lo diem? kaget kan? sama gue juga.. gimana ini?! Bianca tau bisa abis tuh Ucup." sambung Zora lagi.
"mungkin dia mau minta maaf kali Zor?" ucap Dio.
"Dia bilang mau balik lagi sama gue, Yo."
"Terus lo mau gak?" tanya Dio.
"Ya enggak lah, gue kan udah ada bi....." ups, Zora keceplosan. "gue kan udah bilang maksudnya."
"oh, beneran jadi lo gamau balikan sama Ucup.?" tanya Dio sekali lagi membuat Zora curiga.
"kok gue ngerasa lo belain Ucup ya Yo? disuap apa lo sama dia?"
"gue gak belain dia Zor, tapi gue cuma kenal dia siapa.." Zora makin gak ngerti.. "gue rasa lo musti ngomong sama dia deh Zor.."
"ah, ngomong sama lo tuh ga ada jalan keluarnya!'' Zora kesal lalu menutup teleponnya.
apa musti masalah ini dia yang selesaikan sendirian?
zora memutar otaknya keras.
***
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar